Hijaz.web.id - Dalam Islam kucing merupakan salah satu hewan yang diistimewakan dan merupakan salah satu hewan kesayangan Rasulullah S.A.W. hewan mamalia satu ini telah berbaur dengan kehidupan manusia sejak 6000 tahun sebelum masehi.
Namun, kucing pada zaman dahulu justru dianiaya bahkan dibunuh, pada zaman dulu kucing dianiaya karena dianggap sebagai simbol kejahatan iblis, sepanjang sejarah umat manusia terutama pada abad pertengahan.
Di Eropa kucing dan wanita diyakini bersekutu dengan setan, bahkan hingga kini masih banyak orang yang percaya bahwa kucing hitam merupakan pembawa sial, anggapan itu membuat keduanya dibakar disiksa dan dibunuh dengan berbagai cara, yang tadi orang-orang di zaman dulu percaya bahwa dengan membunuh kucing dan perempuan pemiliknya adalah obat untuk menghentikan kejahatan dan penyakit, misalnya ketika wabah Black Death menjangkiti Eropa. Kala itu banyak kucing yang dibunuh dalam jumlah banyak.
Lalu mengapa dalam Islam, Rasulullah justru sangat menyayangi kucing, dalam banyak hadits Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam menjelaskan kedudukan kucing dalam Islam, bahwa kucing itu tidak najis, ia termasuk perhiasan rumah bahkan disebut sebagai bagian dari keluarga. Karena selalu berkeliaran di rumah.
Bahkan dalam sebuah hadis diceritakan “Aisyah dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berwudhu dari satu bejana yang sebelumnya telah dijilat kucing" hadis riwayat Ibnu Majah.
Bahkan dalam sebuah hadis diceritakan “Aisyah dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berwudhu dari satu bejana yang sebelumnya telah dijilat kucing" hadis riwayat Ibnu Majah.
Kucing adalah binatang yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, bahkan liurnya pun bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia, hal ini ternyata didukung dengan sejumlah fakta ilmiah yang ditemukan di zaman modern, seperti permukaan lidah kucing sangat unik karena tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing.
Benjolan itu bengkok dan mengerucut seperti kikir atau gergaji, yang berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes cairan yang jatuh dari lidahnya. Selain itu lidah kucing juga merupakan alat pembersih yang canggih karena permukaan yang kasar dan bisa membuang bulu bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya sehingga kucing memandikan dirinya sendiri dan anak-anaknya, dengan menggunakan lidahnya.
Berbagai sumber terpercaya juga menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba, menurut dr. George Maqshud ketua laboratorium di rumah sakit hewan “jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit”, badan kucing diketahui bersih secara keseluruhan menurut berbagai penelitian tersebut.
Benjolan itu bengkok dan mengerucut seperti kikir atau gergaji, yang berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes cairan yang jatuh dari lidahnya. Selain itu lidah kucing juga merupakan alat pembersih yang canggih karena permukaan yang kasar dan bisa membuang bulu bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya sehingga kucing memandikan dirinya sendiri dan anak-anaknya, dengan menggunakan lidahnya.
Berbagai sumber terpercaya juga menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba, menurut dr. George Maqshud ketua laboratorium di rumah sakit hewan “jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit”, badan kucing diketahui bersih secara keseluruhan menurut berbagai penelitian tersebut.
Bukan hanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang menyayangi kucing, sahabat Rasulullah seperti Abu Hurairah pun sangat menyayangi binatang ini, ada satu kisah mengenai bagaimana ia mendapat nama Abu Hurairah atau bapak kucing pada. Mulanya Abu Hurairah terlahir dengan nama Abdu Siyam.
Kemudian, beliau mengganti namanya menjadi Abdurrahman ketika dirinya memeluk Islam. Namun nama Abu Hurairah didapatkan Karena ia memiliki seekor kucing peliharaan, yang selalu digendong dan elus-elus kemanapun ia pergi, kucing itu ibarat bayang-bayang yang selalu mengikutinya Kemana saja, kucingnya juga sering dimandikan, dibersihkan dan tentunya diberi makanan yang layak, kesukaan Abu Hurairah pada kucing merupakan inspirasi yang didapat dari Rasulullah S.A.W yang juga sangat mencintai kucing.
Kemudian, beliau mengganti namanya menjadi Abdurrahman ketika dirinya memeluk Islam. Namun nama Abu Hurairah didapatkan Karena ia memiliki seekor kucing peliharaan, yang selalu digendong dan elus-elus kemanapun ia pergi, kucing itu ibarat bayang-bayang yang selalu mengikutinya Kemana saja, kucingnya juga sering dimandikan, dibersihkan dan tentunya diberi makanan yang layak, kesukaan Abu Hurairah pada kucing merupakan inspirasi yang didapat dari Rasulullah S.A.W yang juga sangat mencintai kucing.
“WALLAHU A’LAMU BIS SHAWAAB”
