Hijaz.web.id - Dalam suasana setiap lebaran, salah satu tradisi banyak dilakukan ummat islam ialah datang menziarahi kubur para leluhurnya atau pendahulunya, praktis yang memperoleh keuntungan adalah ialah penjaga kubur, dapat dikatakan "panen tahunan"yang selebihnya juga berperan sebagai pembaca do'a. Salah satu penjaga kubur mengaku setiap musim memperoleh puluhan juta rupiah.
Namun tiga tahun terakhir pendapatan menurun drastis, pasalnya para pengunjung memberi shadaqah (tolak bala) secara patungan. maksudnya, bukan perorang tetapi permobil. Walhasil, salah satu jalan untuk mengatasi penurunan ini, penjaga kubur menyampaikan kepada setiap pengunjung sebuah peristiwa buruk yang ditemukan dalam mimpinya.
"HAMPIR SETIAP MALAM SAYA BERMIMPI MELIHAT SEMUA PENGHUNI KUBUR BANGKIT LALU MENANGIS TERSEDUH-SEDUH, LANTARAN SEDIH MELIHAT MANUSIA SEKARANG SEMAKIN PELIT TERHADAP LELUHURNYA", ujarnya.
Alhamdulillah dalam suasana Idul Fitri baru-baru ini, menurut pengakuan mereka, pendapatannya kembali normal.
(hijaz.web.id)
Alhamdulillah dalam suasana Idul Fitri baru-baru ini, menurut pengakuan mereka, pendapatannya kembali normal.
(hijaz.web.id)
