Hijaz.web.id - Engkau sekarang berada dalam naungan persyarikatan Muhammadiyah yang engkau harus junjung tinggi. Tanggungjawab kamu adalah menghidupkan dan melanjutkan perjuangan Muhammadiyah. Maju atau mundurnya pergerakan Muhammadiyah tergantung kesiap-siagaan kamu para kader-kader generasi pelanjut sekarang ini dan harus diakui bahwa persyarikatan Muhammadiyah telah banyak mencetak Abdi Negara.
Telah banyak melahirkan generasi sebagai pelanjut estafet perjuangan bangsa. Bahkan telah banyak melahirkan kader-kader ulama. Olehnya itu, Peranan Pelajar, pemuda dan mahasiswa dalam melaksanakan Traning Centre, Baitul Arqam dan Pendidikan Tarjih tidak boleh dipandang sebelah mata, sekarang telah banyak kader-kader bertebaran dimana-mana, bukan hanya dinusantara bumi persada bahkan diseluruh penjuru dunia.
Mereka dibekali jiwa istiqamah dan merka berjuang didasari iman dan dan taqwa. Mereka tidak perlu menampakkan sikap arogan dan tidak melakukan aksi yang muluk -muluk ditengah saudara-saudara kita “ikhwanul muslimin” dan saudara kita sebangsa dan setanah air karena mereka berangkat berdasarkan panggilan jiwa kemanusiaan.
Muhammadiyah adalah milik kita bersama yang harus kita jaga, yang harus kita pertahankan, karena Muhammadiyah kita yakin adalah gerakan yang membawa sebuah misi yang suci, yaitu melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi mungkar berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.
Camkan baik-baik upaya kerja keras yang dilakukan oleh tokoh-tokoh pendahulu bersama pemuda-pemuda yang ulet penuh kesadaran, kini telah banyak memberikan andil besar dinegara tercinta Republik ini, tengoklah misalnya dibidang Amal Usaha.
Kini Muhammadiyah mampu mewarnai Indonesia lewat sarana kesehatan, sarana panti sosial, sarana Ibadah dan sarana pendidikan. Sekarang giliranmu, jika engkau bersikap fasif dan acuh-tak acuh mengurus pesyarikatan Muhammadiyah alangkah khlafnya engkau. Lebih-lebih jika kamu menghianatinya dengan segala manufer yang kamu lakukan, Bertopeng Kader Untuk Kepentingan Pribadi, maka itu artinya engkau telah meletakkan amanah kemudian diinjak-injak, padahasl kamu tidak sadar bahwa orang-orang di sekelilingmu diam-diam mencibir kamu.
Jangan coba-coba, ini akan mencelakakan dirimu sendiri baik didunia maupun di akhirat kelak, karena tidak ada keselamatan yang diberikan kepada orang yang menyia-nyiakan amanah, dan tidak ada kebahagiaan yang diberikan kepada orang yang menapikan sebuah tanggungjawab -------
Namun Jikalau kamu sekarang melanjutkan dan mengurus dengan baik persyarikatan, berarti engkau telah menanam amal jariyah untuk kepentingan dirimu diakhirat yang akan mengantarkanmu kepada keridhaan Allah. Berfikirlah dengan jernih. Kader yang baik adalah kader berjiwa toleran, familiar, dialogis, progresif dan terbuka demi untuk sebuah kebenaran. Jika engkau telah memahami ini, Yakinlah dengan langkahmu yang pasti, sibaklah segala rintangan, mulailah dengan istikharah. Sebab kalau bukan sekarang kapan lagi ?.
(hijaz.web.id)
