hijaz.web.id - Ada empat kewajiban orang hidup terhadap orang yang meninggal dunia, sebagai berikut:
1 MEMANDIKAN
-Wajib dimandikan, kecuali orang yang mati berperang FiSabilillah
-Menutup selembar kain pada maiyit agar tidak terlihat langsung
"Man satara alaa Muslimin fiddun'ya Satarallahu alaihi fiddun;ya wal-Akhirata".
-Menyiram dalam jumlah yang ganjil-ganjil sampai bersih
-Memulai anggota Wudhu bahagian kanan
-Dianjurkan memandikan dari keluarga terdekat
(Hadist; Nabi menghadapi urusan belakang yaitu isteri memandikan suaminya)
-Tidak banyak bacaan kecuali بسم الله على ملة رسول الله
-Jumlah siraman pada maiyit harus sampai bersih.
-Air mandi sebaiknya dicampur daun Bidarah atau bahan pewangi
-Memandikan maiyit boleh dibolak balik badan secara pelan-pelan
(HR.Siapa yang mematahkan tulang org mati sama mematahkan tulang org hidup)
-Boleh menggunakan Shampo untuk membersihkan rambut Maiyit.
2 MENGKAFANKAN
-Di anjurkan kain yang berwarna putih
-Potongan kain kafan dilebihkan satu jengkal bagian kaki dan kepala.
-Dianjurkan kain yang murah harganya dan rendah mutunya.
-Sebaiknya kain kafan dari hartanya kalau memungkinkan
-Bagi wanita ditambahkan Baju kurung dan kerudung.
-Cara menyanggul rambut wanita متفق عليه) فَضَفَرْنَا شَعْرَها ثلا ثة قُرُوْنٍ فَأَ الْقَيْناَ خَلْفَهَا
"Fashfarnaa sya'rahaa tsalatsata quruunin Fa-alqainaa khalfahaa (Muttafaq)
-"Kami anyam rambutnya 3 anyaman lalu kami pertemukan dibelakang".
-Kain kafan 3 susun berlapis deret sesuai ukuran besar Maiyit.
-Diikat tiga ikatan yaitu ; Ujung kepala, ujung kaki, dan ditengah
-Cara mengikat menggunakan Simpul Lepas
-Boleh memakai Kapur barus
3 MENSHALATKAN
-Shalat Jenazah, 4X Takbir
-Setiap Takbir baca; Al-Fatihah, Shalawat, Do'a dan Salam
اللهم اغفر له وارحمه وأعف عنه وعافه وأكرم نزله وأوسع مدخله واغسله بماء وثلج وبرد ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس و أبدله دارا خيرا من داره وأهلا خيرا من أهله وزوجا خيرا من زوجه وقه فتنة القبر وعذاب النار
-Do'a umum juga yang dibacakan (boleh untuk anak kecil)
اللهم اغفر لحينا وميتنا وشاهدنا وغائبنا وصغيرنا وكبيرنا وذكرنا وانذانا
اللهم من احييته منا فاحيه على الاسلام ومن توفيته منا فتوفه على الايمان وخص هذا الميت بالرحمة والغفران والروضة اللهم ان كان محسنا فود فى احسانه وان كان مسيئا فتجاوز عنه برحمتك يا ارحم الراحمين
-Shalat untuk Wanita Imam lurus dilambung Maiyit
-Shalat untuk Laki-Laki Imam Lurus dikepala Maiyit
-Shalat Jenazah hakikatnya Do'a. Dimulai Takbir diakhiri Salam
-Shaf Shalat jenazah disusun 4 atau lebih kebelakang.
-Wanita boleh memimpin Shalat maiyit sesama wanita.
-Nabi dishalatkan 3 Kelompok; Sahabat, Pemuda dan Wanita.
-Do'a untuk anak kecil yang meninggal dunia.
Allahumma-je'al lanaa Salafan wafarathan wa-ajeran
Cara Mengantar Jenazah
-Pelan-pelan menggerakkan, (utamanya wanita hamil) dipercepat melangkah
أسْرِعُوْ باِ الجنا زة
-Wanita tidak dianjurkan mengantar.
-Wanita dibolehkan berziarah Qubur sekali-kali. "Walaa Yu'zam alainaa"
[ Abi Huraerata Qaala : "La-anazzauwaaraatil qubuur" (bukan Zaairat)
-Pengendara dibelakang, yang berjalan dekat disamping kiri kanan
ألرَّاكِبُ خلف الجنازة والمَشِيْ أمامها قريبا منها عن يمينهاأوعن يسارها
(عن ابي هريرة قال لَعَنَ الَّزَّوَّارَاتِ اْلقُبُوْرِ) bukan "Za'iraat"
-Tidak perlu datang dikuburan membacakan Qur'an pada orang mati.
-Jika pengantar lewat dianjurkan tidak duduk sebelum lewat
إذا رأيتم الجنا زة فقومو لها4 MENGUBURKAN
-Dilarang memakai sandal masuk ,jika kuburan tertata secara Islami
-Boleh mengubur malam jika terpaksa memang pernah dilarang,
...إلا أن يُضْطَرَّ اْلانْسَا نُ ذالك ولايُعْزَمْ علينا (tetapi bukan larangan keras).-Mendahulukan dari arah kaki (mendahulukan kepala ke lahad)
-Tiga orang menimang Maiyit dilobang kubur yang tidak "bergaul isteri"
لا يدخلُ اْلقبر رجل قاَ رَفَ اليلة أهلُهُ
-Memiringkan badan maiyit ke arah Qiblat di lobang Lahad
-Jangan masuk kuburan yang "bersama" isterinya semalam
-Melepas simpul kain kafan pada maiyit
-Memohonkan ampun dan Keteguhan di alam Qubur sesudah ditanam.
إذا فرغ من دفن الميت وقف عليه فقال,, إستغفروا لأخيكم وسل له التسبيت فإنه الان يسئل
Apa bila selesai menanam maiyit, maka berdirilah, minta ampunkanlah saudaramu supaya diberikan keteguhan, karena sesungguhnya sekarang sedang ditanya.(hadits)
(hijaz.web.id)
