Hijaz.web.id - Sudahkah kamu merenungkan bahwa kepergianmu menuntut ilmu membuat orang tuamu selalu memikirkanmu penuh harap. Sudahkah kamu menyadari bahwa keihlasan orang tua melepaskan kamu, karena percaya engkau telah dewasa pandai menjaga diri dan yakin bahwa engkau pasti tahu membedakan antara yang baik dan buruk dan setiap langkahmu pasti menuju kepada kebaikan.
Jagalah kepercayaan ini, jika engkau sia-siakan ini artinya engkau menerlantarkan harapan terhadap orang tua, maka seribu jari tangan malaikat menuding didepanmu bahwa engkau adalah anak yang tidak tahu berbakti.
Jagalah kepercayaan ini, jika engkau sia-siakan ini artinya engkau menerlantarkan harapan terhadap orang tua, maka seribu jari tangan malaikat menuding didepanmu bahwa engkau adalah anak yang tidak tahu berbakti.
Ingatlah..tidak ada perlakuan yang paling tercela selain dari pada menghancurkan harapan orang tua. Karena merekalah penyebab kita terlahir didunia ini, karena jaza merekalah sehingga kamu hidup menjadi dewasa seperti sekarang ini.
Pernahkah engkau merenungkan…
ketika engkau masih bayi engkau ditimang-timang dengan penuh kasih sayang, kemudian digendong dengan penuh hati-hati, malam tidak pernah merasakan tidur nyenyak, dan dikala siang dia tidak pernah pasrah berdiam diri. Dengan langkah berat meninggalkanmu mereka harus berangkat mencari nafkah untuk menghidupi kamu, bahkan dengan nafas tersengal dia merelakan segalanya demi untuk kamu, setiap hari harus peras keringat banting tulang, pergi pagi pulang sore menembus dingin melewati terik mata hari dan tidak pernah berkeluh-kesah demi untuk melihat kamu kelak menjadi anak yang baik .Renungkanlah ini wahai anak-anakku..
Semoga tidak terjadi, telah banyak diantara kamu yang menganggap dirinya lebih hebat, lantaran pendidikan lebih tinggi, pengetahuan merasa diri lebih banyak dari orang tua, akibatnya etika yang diajarkan dari sejak kecil telah pudar satu-satu lalu engkau berjalan dengan angkuhnya. Nasehat orang tua yang tak pernah putus dianggap sebagai ucapan kolot belaka, bahkan merasa sedikit malu untuk memperkenalkan orang tua karena orang tua sudah terlihat usang lantaran mereka setiap hari bergelut lumpur dibawah terik mata hari, padahal mereka melakukan itu dengan segala lapang dada hanya untuk kamu. Onak dan duri dijalanan yang dia lewati bukanlah hambatan baginya, meskipun jalannya sudah terlihat seret dan langkahnya tergontai. namun tetap berusaha melahirkan semangat dan mengatur tenaga diatas kemampuannya yang sangat amat terbatas.
Pantas saja jika agama mengajarkan, “Memuliakan orang tua, akan memudahkan pertolongan Allah untuk mencapai keberhasilan hidup”.
Peganglah nasehat ini baik-baik. Insya Allah salam sukses untukmu.
(hijaz.web.id)
