Kelalaian Waktu Shalat: Kajian Hadits Riwayat Muslim

hijaz.web.id - Kelalaian Waktu Shalat: Kajian Hadits Riwayat Muslim

Hijaz.web.id - Lupa shalat atau tertidur, bukan kelalaian

..,عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ نَسِىَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ

Artinya: Dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: Barang siapa lupa shalat, maka shalatlah apabila mengingatnya, tidak ada dendanya kecuali itu (shalat). HR Muslim
Dalam lafazh lain :...مَنْ نَسِىَ صَلاَةً أَوْ نَامَ عَنْهَا : lupa shalat atau tertidur....

Maksud Hadits, jika ada diantara kita lupa shalat atau tertidur sehingga lewat waktun-waktu shalat yang sudah ditemntukan oleh Allah , maka Allah swt masih memberikan ampunan dan membukakan jalan keluar sepanjang kita mengikuti tatacara yang diajarkan oleh Rasulullah.

Banyak diantara saudara-saudara kita ummat islam, jika shalatnya terlewatkan waktu,  maka tidak ada lagi upaya untuk menunaikannya kecuali hanya menunggu waktu shalat berikutnya, padahal perintah shalat yang diwajibkan Allah terhadap hambanya  lima kali sehari semalam.

Dalam satu riwayat  dijelaskan bahwa Apabila seorang hamba melalaikan shalat, maka seluruh "ARSY" bergetar ketika malaikat menggoreskan penanya., Mengambil hikmah dari riwayat ini maka tidak ada jalan lain kecuali tetap melaksanakanhnya sesuai  petunjuk Rasulullah saw.

Kejadian seperti itu juga pernah dialami oleh Rasulullah ketika terjadi perang BADR, dimana Rasulullah saw bersama rombongan tertidur nyenyak karena kecapean sehingga terlambat shalat subuh, sampai-sampai mata hari yang diutus oileh Allah untuk membangungkan mereka, Kemudian apa yang dilakukan Nabi waktu itu (katakanlah jam 08.00 pagi)

1. Memerintahkan semua berwudhu'
2. Menyuruh Bilal kumandangkan Azan
3. Masing-masing Shalat Qabliyah dua rakaat
4  Melaksanakan Iqamah (Qamat)
5. Shalat Subuh dipimpin oleh Nabi saw.




 Satu catatan penting bagi kita  bahwa  kelalaian yang terjadi atas diri Nabi ini bukan suatu kesalahan tetapi satu pelajaran bagi ummatnya.

Kembali kepada Hadits Anas bin Malik tadi, yang perlu dipertegas  bahwa jika seorang keliwatan waktu shalat, apakah ia lupa atau tidur, maka jangan melakukan  kegiatan lain (mengerjakan sesuatu) kecuali hanya  untuk melaksanakan shalat, karena pada saat kita mengingatnya, ITULAH WAKTUNYA artinya sama saja kita melaksanakan pada waktu-waktu yang sudah ditentukan oleh Allah.

Nah. pertanyaan yang muncul bahwa: Bagaimana cara dilakukan  bagi orang yang lupa shalatnya, satu minggu kemudian baru dia ingat?  Jawabnya tidak betrgeser dari ketentuan hukum tadi, bahwa Apabila kita mengingatnya maka itulah waktunya,
Inilah salah satu tanda kasih sayang Allah kepada hambanya agar selamat nanti di Akhirat.

Allahu A'lam bishshawab
(hijaz.web.id)

Lebih baru Lebih lama