Ketetapan dari Allah Yang Tidak Dapat Dihindari


Hijaz.web.id - Ketika Nabi Sulaiman as. Mengadakan mobilisasi dana disuatu majlis, dihadiri segenap jama’ah yang terdiri dari laki-laki dan wanita. Seorang juru bicara berdiri menyampaikan beberapa pesan yang diamanatkan oleh Nabi Sulaiman.

Sementara acara berlangsung tiba-tiba ada seorang laki-laki langsung masuk lalu duduk bungkam sambil menatap wajah jurubicara dengan tatapan tajam tak berkedip. Setelah duduk hanya beberapa saat lalu  laki-laki tadi meninggalkan tempat menuju keluar tanpa pamit.

Ketika acara selesai dan semua jama’ah bubar, lalu juru bicara bergegas menyampaikan kepada Nabi Sulaiman peristiwa yang terjadi tadi. Bahwa Ada seorang laki-laki masuk langsung duduk sambil menatap aku dengan tatapan mata tajam sehingga membuat seluruh badanku keringat dan gemetar. Siapa gerangan orang itu Ya Nabiyallah ?.

Nabi Sulaiman menjawab dengan suara pelan-pelan bahwa; Orang yang datang tadi, itulah yang memisahkan seluruh kesenangan didunia ini, dan itulah yang akan memisahkan dari seluruh apa yang kita cintai didunia ini Dia adalah Malaikatul-Maut.

Alangkah kaget dan ketakutan sang-juru bicara mendengarkan perkataan  Nabi Sulaiman, seluruh tubuhnya terasa kaku karena yakin dirinya yang menjadi sasaran dari kedatangan laki-laki tadi.

Disebutkan dalam kisah ini bahwa sesungguhnya kedatangan Izrail (malaikat maut) mendapat perintah dari Allah Swt. Untuik mencabut nyawa Sang Juru Bicara ditanah Cina, pada waktu  jam 07  malam nanti, sedangkan kehadirannya sore hari itu berada dinegara lain yang sangat jauh, sehingga malaikat datang berkunjung untuk memperjelas orang bersangkutan yang akan dipanggil ke khadratul-maut.




Lanjut kisah, Setelah diam sejenak tertunduk lalu berkata kepada Nabi Sulaiman: Ya Nabiyallah, Bolehkah saya minta tolong kepadaMu, perintahkanlah angin agar menerbangkan saya ketempat yang sangat jauh dari sini, agar Malaikat tidak dapat memantau keberadaan saya.

Nabi Sulaiman menjawab; Ya, boleh. Sebentar saya akan perintahkan angin membawa kamu ketempat yang sangat terpencil di Tanah Cina yang tidak dihuni manusia.

Walhasil, maka terbanglah Sang juru bicara bersama angin atas perintah Nabi Sulaiman As. menuju tempat terpencil di tanah Cina. Namu ketika persis sampai ditempat tujuan, tiba-tiba Malikat-Maut berdiri menyambut kedatangannya : Alhamdu-lillah kamu datang tepat waktu ditempat yang ditentukan Allah.

(hijaz.web.id)

Lebih baru Lebih lama