Utsman bin Affan: Sahabat Hartawan yang Dermawan


Hijaz.web.id - Salah satu sahabat Rasulullah S.A.W yang kaya raya dan sangat dermawan dialah Utsman bin Affan. Kisah Utsman bin Affan. Beliau adalah seorang dari Bani Umayah yang terpandang. Utsman bin Affan dikenal sebagai pedagang yang dermawan dan murah hati. Salah satu orang yang paling kaya di masa sebelum Islam dan juga setelah Islam.

Utsman bin Affan adalah sahabat yang masuk Islam di masa awal dakwah dari dakwah Abu Bakar, bahkan termasuk dari sepuluh orang yang pertama kali masuk Islam. Beliau sangat mendalami Islam dan sangat teguh pada keislamannya.

Beliau dikenal sebagai orang yang lemah lembut namun sangat kokoh memegang teguh akidahnya. Hal tersebut terlihat ketika pamannya, Al-Hakam bin Abu Al-Ash mengikatnya seraya mengatakan, “Engkau berpaling dari ajaran leluhurmu dan beralih ke agama Muhammad?! Demi Allah, aku tidak akan melepasmu untuk selamanya sampai engkau kembali kepada agamamu semula!”.

Namun dengan tegas Utsman menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan dan berlepas dari agama Muhammad untuk selama-lamanya!” Seketika Al-Hakam tidak dapat berbuat apa-apa lagi ketika mendengarnya dan akhirnya ia pun melepaskan Utsman.

Suatu ketika, kaum Muslimin di Madinah pernah kekurangan air karena musim kemarau yang panjang dan mereka membutuhkan penggalian sumur yang banyak airnya.

Rasulullah menyeru kepada kaum Muslimin untuk membuat sumur seraya bersabda, “Barangsiapa yang menggali sumur Rumah (nama tempat), maka baginya surga!” Lalu datanglah Utsman untuk membiayai pembuatan sumur tersebut. (Hadits Riwayat Al-Bukhari)

Pada lain waktu, kota Madihah tertimpa musim paceklik yang membuat harga bahan pangan sangat mahal karena kelangkaannya. Di tengah kelangkaan bahan pangan tersebut, datanglah iringan-iringan kafilah dagang Utsman bin Affan dari negeri Syam, berupa 100 ekor unta yang penuh dengan muatan anggur, minyak dan anggur. Mendengar hal tersebut, para pedagang dari Madinah serentak mendatangi Utsman untuk membeli bahan pangan yang dibawanya.

Utsman bin Affan memeluk Islam melalui dakwah Abu Bakar. Utsman adalah sahabat yang masuk Islam di masa awal dakwah, bahkan termasuk salah seorang dari sepuluh orang yang pertama kali masuk Islam. Setelah mengenal Islam lebih dalam, beliau sangat teguh dalam keislamannya.

Utsman bin Affan dikenal sebagai orang yang lemah lembut namun kuat dalam memegang akidahnya. Hal itu nampak jelas ketika beliau mengenal hidayah dan kemudian masuk Islam. Ketika beliau masuk Islam, pamannya, Al-Hakam bin Abu Al-Ash mengikatnya erat-erat seraya berkata, “Engkau berpaling dari ajaran leluhurmu dan beralih ke agama Muhammad?! Demi Allah, aku tidak akan melepasmu untuk selamanya sampai engkau kembali kepada agamamu semula!”.

Namun dengan tegas Utsman menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan dan berlepas dari agama Muhammad untuk selama-lamanya!” Ketika Al-Hakam melihat keteguhan Utsman terhadap Islam, maka Al-Hakam tidak dapat berbuat apa-apa lagi dan akhirnya ia pun melepaskannya.

Utsman bin Affan dikenal sebagai dermawan karena pada suatu ketika, kaum Muslimin di Madinah kekurangan air karena musim kemarau yang panjang dan mereka membutuhkan penggalian sumur yang banyak airnya. Rasulullah kemudian berseru kepada kaum Muslimin untuk membuat sumur seraya bersabda, “Barangsiapa yang menggali sumur Rumah (nama tempat), maka baginya surga!” Lalu datanglah Utsman untuk membiayai pembuatan sumur tersebut. (Hadits Riwayat Al-Bukhari).

Pada lain waktu, kota Madinah tertimpa musim paceklik, membuat harga bahan pangan naik harga karena kelangkaannya. Pada saat itu datanglah iringan-iringan kafilah dagang Utsman bin Affan dari negeri Syam, membawa sebanyak 100 ekor unta penuh dengan muatan minyak dan anggur. Mendengar hal tersebut, para pedagang Madinah serentak mendatangi Utsman untuk membeli bahan pangan yang dibawanya.

Maka Utsman berkata kepada para pedagang tersebut, “Berapa harga yang kalian mampu untuk membeli barang dagangan tersebut?”

Sebagian menjawab, “Kami mampu membeli lima kali lipat dari harga belinya!”

Utsman bertanya, “Siapa yang mampu membelinya dengan harga sepuluh kali lipat dari harga belinya?”

Mereka berkata, “Siapa yang sanggup membeli barang tersebut dengan harga sebesar itu? Ini sungguh harta yang mencekik!”

Maka Utsman berkata, “Sesungguhnya Allah menjanjikan kepadaku untuk memberikan keuntungan sebanyak sepuluh kali lipat dari setiap dirham dalam firman-Nya:

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”

Allah Ta’alaa berfirman:
Kemudian beliau melanjutkan perkataannya, “Adakah di antara kalian yang mampu membelinya?”. Mereka menjawab, “Tidak!” Maka Utsman berkata, “Saksikanlah oleh kalian bahwa barang dagangan ini semuanya aku sedekahkan bagi para fakir miskin Madinah!” (QS:Al-An’am : 160”).



Begitulah teladan dari Utsman bin Affan, bahwa sadar akan harta benda yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah S.W.T. seharusnya menjadikan orang-orang tersadar bahwa tidak ada lagi yang patut untuk dibanggakan atau disombongkan.

Maka dari itu, marilah kita mengambil pelajaran dan teladan dari kisah Utsman bin Affan. Semoga Allah mengkaruniakan kita harta yang cukup dan bermanfaat, dan menjadikan kita seorang hartawan yang dermawan menolong sesama dan mengangkat agama Allah S.W.T, amin!

Wallahu a’lam bish shawab.
(hijaz.web.id)

Lebih baru Lebih lama