Konflik Geopolitik Rusia dan Ukraina

Dipenghujung tahun 2021, sebuah peristiwa terjadi yang memanaskan panggung politik global karena kelakuan Rusia yang menempatkan 100.000 pasukan di perbatasan Ukraina. Beberapa pakar mengatakan bahwa tindakan Rusia ini bisa saja memicu WWIII atau Perang Dunia III. 

Kenapa Rusia menempatkan 100.000 pasukan di perbatasan Ukraina?

Untuk menjawab hal tersebut ada baiknya kita bertanya kepada The Lord Vladimir Putin, semua berawal dari DEMAND yang diminta oleh Putin kepada NATO dan Barat, apa itu?:

  1. Putin meminta Amerika dan Nato menghentikan semua aktivitas militer di daerah Eropa Timur.
  2. Putin meminta Amerika dan Nato untuk berhenti merekrut anggota yang baru.
  3. Putin meminta Amerika dan Nato berhenti ikut campur dalam segala urusan di Eropa Timur.

Yap! dan tentu saja permintaan Putin ini jelas ditolak oleh Amerika maupun NATO karena mereka merasa, "Apa urusannya Rusia ngatur-ngatur? mereka berurusan dengan negara-negara yang berdaulat, negara-negara yang sudah merdeka, Rusia tidak berhak untuk campur tangan, Rusia tidak berhak mengatur negara-negara ini!" makanya pihak Amerika dan NATO menolak permintaan dari Vladimir Putin, dan ternyata Vladimir Putin tidak main-main sama DEMAND ini, dia bahkan mengancam kalau DEMAND ini masih tidak dipenuhi, dia bahkan melakukan invasi militer besar-besaran ke Ukraina, alias mencaplok daerah Ukraina secara paksa untuk kembali lagi ke Rusia dan untuk menunjukkan keseriusannya pada tuntutan tersebut, Putin tidak segan-segan mengatakan secara tegas bahwa dia dan Rusia siap untuk perang nuklir.

Kenapa harus Ukraina?

Untuk menjawab ini kita perlu balik 1.500 tahun yang lalu! saat itu ada sebuah kerajaan yang bernama Kievan Rus, kerajaan ini menjadi cikal bakal bangsa Slavia macam Belarus, Ukraina dan Rusia, dari sinilah semua berasal.

Daerah Kekaisaran Kievan Rus

Singkat cerita akhirnya kekaisaran Rusia Russian Empire itu muncul, Kekaisaran ini sangat luar biasa luas, di abad modern kekaisaran Rusia ini ternyata berubah menjadi negara yang namanya Uni Soviet atau USSR "Union of Soviet Socialist Republics" dan setelah perang dunia kedua berakhir, Barat merasa Uni Soviet sebagai ancaman yang baru, Mereka takut Uni Soviet melakukan invasi besar-besaran ke Eropa karena mereka punya power untuk melakukan itu. Untuk mencegah hal tersebut, pada tahun 1949 akhirnya negara-negara Eropa Amerika dan Kanada membentuk sebuah aliansi yang namanya NATO "North Atlantic Treaty Organization" dimana ada 12 negara yang menjadi penggagas utamanya, NATO dibentuk untuk menghentikan invasi Uni Soviet yang kalau-kalau negara itu berniat untuk menguasai Eropa. Sejak saat itu kemunculan istilah Blok Barat dan Blok Timur selama berpuluh-puluh tahun saling melakukan perang dingin.

Pada tahun 1990-an ternyata Uni Soviet terpecah menjadi negara baru yang namanya Rusia dan saat itu Uni Soviet harus kehilangan beberapa wilayah, salah satunya Ukraina! Ternyata banyak orang yang menyayangkan lepasnya Ukraina dari Rusia, karena Bangsa Rusia sendiri berasal dari kerajaan Kievan Rus yang berada di kota Kiev ibukotanya Ukraina, Mereka merasa bangsa mereka muncul dari satu kota yang sekarang sudah bukan bagian dari negara mereka, salah satu orang yang paling kecewa adalah Presiden Rusia saat itu yaitu Gorbachev, terlebih lagi dia punya ibu yang berasal dari Ukraina.

Ternyata selain Gorbachev, ada lagi yang yang sangat kecewa, yakni seorang intelijen muda berbakat yang punya karir yang luar biasa yaitu Vladimir Putin. Putin ini merasakan Romansa dan Romantika dengan Ukraina, dia merasa semua orang Ukraina dan orang Rusia itu sama, bangsa Ukraina dan bangsa Rusia itu sama, yang seharusnya mereka berada dalam satu negara dan hal ini berkali-kali ditulis Vladimir Putin di dalam paper dan jurnalnya, sampai akhirnya Putin berhasil menjadi Presiden dan mengumpulkan kekuatan di Rusia, hasratnya untuk menyatukan kembali Ukraina ke dalam Rusia itu masih ada sampai sekarang, makanya dengan konflik NATO serta niat NATO untuk merekrut Ukraina sebagai anggota baru itu dijadikan alasan Putin untuk melakukan invasi militer besar-besaran ke Ukraina, dan kalau kita membaca sejarah, ini bukan terjadi secara spontan, ini adalah imbas dari sebuah rangkaian peristiwa yang terjadi puluhan tahun kita balik Kalau 90-an.

Walaupun Ukraina sudah menjadi negara yang merdeka, mereka masih belum lepas dari bayang-bayang Rusia, pada tahun 2004 terjadi revolusi yang dinamakan Revolusi Oranye, dimana masyarakat Ukraina berusaha untuk bebas dari bayang-bayang Rusia dan mereka meminta Ukraina menjadi negara yang benar-benar berdaulat alias tidak tergantung lagi pada Rusia, dan akhirnya revolusi ini mengantarkan seorang presiden baru di Ukraina yang bernama Viktor Yushchenko, Presiden baru ini benar-benar ingin melepas Ukraina dari pengaruh Rusia dan lebih memihak kepada barat, tentu keadaan ini tidak membuat Rusia nyaman, mereka pun melakukan tindakan dan strategi termasuk salah satunya filtrasi ke politik dalam Ukraina, hal ini berbuah hasil karena pada tahun 2010 pemimpin oposisi Pro-Rusia, Pro-Putin, sahabat Putin yaitu Viktor Yanukovych terpilih menjadi presiden Ukraina dan saat itulah hubungan antara Ukraina dengan NATO maupun Amerika benar-benar dipenggal artinya Yanukovych benar-benar berpihak pada Rusia dan ini membuat Rusia dan Vladimir Putin senang.

Viktor Yanukovych dan Vladimir Putin

Terpilihnya Presiden Viktor Yanukovych ini ternyata membuat masyarakat Ukraina sendiri itu tidak senang, akhirnya revolusi kembali meletus pada tahun 2014, saat terjadi kekosongan kekuasaan karena buah dari revolusi tersebut, Rusia kemudian memanfaatkan kekosongan jabatan di Ukraina dengan mencaplok secara paksa daerah Krimea. Selain mencaplok paksa daerah Krimea di Ukraina, Rusia juga menyalakan Api Pemberontakan dengan mendukung secara penuh kelompok separatis yang berada di Ukraina Timur. Itulah beberapa tindakan yang diambil pemerintah Rusia kepada Ukraina bahkan setelah Ukraina merdeka sampai detik ini dan ini sudah menjadi masalah Geopolitik yang serius.

Pemberontakan Ukraina 2014

Presiden baru terpilih Ukraina yaitu Volodymyr Zelensky ternyata adalah seorang anti-Rusia dan secera terang-terangan menyatakan keberpihak kepada NATO dan Barat, dia mengatakan secara tegas bahwa Ukraina tidak ingin berada di bawah bayang-bayang Rusia lagi dan ingin bergabung dengan NATO, pastinya NATO menyambut itu dengan baik karena bagi NATO ini sebuah langkah yang menguntungkan ketika Ukraina bergabung dengan NATO, maka mereka bisa saja membuat pangkalan militer di sana dibagian Eropa Timur dan ini jelas mengancam Rusia dan membuat Rusia naik pitam bahkan hasrat untuk menguasai Ukraina jadi semakin besar juga.

Akankah konflik ini meletus dan terjadi Perang Dunia III? 

Kemungkinan itu akan selalu ada! Pertama karena kita ini sedang membicarakan Vladimir Putin, orang ini luar biasa tidak bisa ditebak, dia punya power yang sangat besar di Rusia, dia berkali-kali menunjukkan keseriusannya terhadap konflik ini bahkan sampai beberapa hari yang lalu ia menunjukkan ke dunia bahwa dia sedang memantau langsung latihan nuklir Rusia, gesture seperti ini yang ditunjukkan Vladimir Putin kepada dunia yang menyatakan bahwa dia serius untuk melakukan invasi kepada Ukraina. Kedua adanya penambahan pasukan di perbatasan Ukraina yang tadinya 100.000 jadi 175.000 dan semua pasukan ini dalam posisi siap menyerang. Ketiga kalau kita lihat sejarah, salah satu penyebab meletusnya Perang Dunia II adalah dunia dalam keadaan depresi besar artinya semua ekonomi sedang lesu dan perang menjadi obat dari keadaan tersebut. Hal ini berarti siapapun yang menang dari perang maka mereka akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar, yang kalah akan menderita kerugian yang sangat besar.

Latihan rudal Rusia

Dengan kondisi Covid-19 seperti ini dimana dunia berada dalam ketidakpastian dan kondisi ekonomi juga sedang merosot, bisa saja antara Amerika maupun Rusia benar-benar menghendaki perang terjadi dan menyelesaikan semuanya, artinya siapapun yang menang! mereka akan jadi penguasa tunggal dalam peta politik dunia, mungkin ini saatnya Amerika menghabisi Rusia ataupun Rusia menghabisi Amerika dan kita tidak pernah tahu apa yang dipikirkan oleh orang-orang di atas sana. 

Akan tetapi pastinya harapan semua orang semoga konflik geopolitik ini cepat selesai, tidak perlu ada perang, tidak perlu ada pertumpahan darah, tidak perlu ada adu rudal maupun nuklir. Kenapa? karena yang paling dirugikan jelas masyarakat biasa, yang paling menderita jelas warga sipil biasa dan masyarakat yang tidak tahu apa-apa yang menjadi korban.

0/Comments = 0 Text / Comments not = 0 Text

Lebih baru Lebih lama