Pengaruh Eksistensi Hewan dengan Nabi Nuh

Hijaz.web.id - Nabi Nuh As., Nabi yang berdakwah untuk meluruskan kaumnya dari menyembah berhala Wad, Suwa', Yaghuth, Ya'uq dan Nasra yang diabadikan dalam surah Nuh merupakan surah yang ke 71 yang terdiri atas 28 ayat:

"Sesungguhnya kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya dengan memerintahkan. Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih. Berkata "Hai kaumku Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu yaitu sembahlah olehmu Allah. Bertakwalah kepadanya dan taatlah kepadaku".( QS Nuh : 1-3).



hijaz.web.id - Pengaruh Eksistensi Hewan dalam Kisah Nabi Nuh As.

Namun usaha dakwah Nabi Nuh As. untuk meluruskan keimanan kaumnya harus berhadapan dengan kekerasan hati, hingga sang nabi berdoa;

"Ya Tuhanku!, janganlah engkau berikan seorangpun diantara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir. Ya Tuhanku!, ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan yang perempuan dan janganlah engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan". (QS Nuh : 26 - 28)

Kebinasaan kaum kafir itu adalah datang dan terjadinya dalam bentuk datangnya air bah yang menghanyutkan dan menghancurkan, namun Nabi Nuh dan umatnya mampu selamat karena mukjizat sang Nabi Nuh dalam bentuk terciptanya kapal yang maha besar yang disebut dengan bahtera.

Bahtera Nabi Nuh As. tak hanya berisi umat manusia yang mengimani keberadaan Allah S.W.T., dalam surah Hud ke 40, Nabi Nuh Alaihissalam juga diperintahkan untuk memasukkan hewan dengan berpasangan ;

"Hingga apabila perintah kami datang dan dapur telah memancarkan air. Kami berfirman, masukkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina). Dan keluargamu, kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya, dan muatkah pula orang-orang yang beriman, dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit" (QS hud : 40).

Bahtera Nabi Nuh Alaihissalam tak hanya berisi manusia yang beriman, namun binatang sesama sebagai sesama makhluk ciptaan Allah S.W.T. juga terjaga eksistensinya. Manusia sejatinya tak hanya belajar akan arti keimanan atas seruan nabi kepada kaumnya, dari kisah Nabi Nuh Alaihissalam, secara tersirat Allah mengajarkan kepada kita untuk menjaga eksistensi binatang di dunia.



Binatang adalah makhluk salah satu isi bumi yang bisa dimanfaatkan manusia untuk menjalani kehidupan didunia, selamatnya berpasang-pasang jenis binatang di dalambahtera Nabi Nuh seharusnya dimaknai sebagai salah satu bagian dalam menyelamatkan kehidupan manusia di masa mendatang.

Jika kapal Nabi Nuh Alaihissalam hanya berisi umat manusia, mungkin kita tidak akan pernah menjumpai berbagai jenis binatang yang hidup hingga di masa kini dan mungkin akan membuat kehidupan manusia menjadi tak semudah sekarang.

Allahu A'lam Bishawab.
(hijaz.web.id)

Lebih baru Lebih lama