Bentuk Bumi dan Lapisan-Lapisan Bumi menurut Para Ulama

Hijaz.web.id - Dalam karya Muhammad bin Hamad Ibnu Al misri, Sebuah kitab yang dibuat oleh seorang sejarawan Mesir dan seorang murid kepada al-hafiz Jalaludin Abdul Rahman Al Sayuti pada abad 911 Hijriyah.

Nama lengkapnya adalah Abu al barakat Muhammad bin Ahmad bin lyas yang lahir Kaherah pada tahun 852 Hijriyah atau 1448 Masehi dan meninggal pada tahun 930 Hijriyah atau 1524 Masehi. Sebuah kitab yang membahas tentang berbagai kejadian dan kisah para nabi terdahulu, dalam pengantarnya Ibnu lyas mengatakan;

"...maka saya menulis tentang kejadian dan kisah hidup para nabi dan memilih kisah-kisah yang paling mengesankan...".

Bentuk Bumi dan Lapisan-Lapisan Bumi menurut Para Ulama

Beliau menyatakan bahwa pemilihan peristiwa dan kisah perjalanan hidup para nabi terdahulu sebagai pengajaran bagi orang-orang yang berakal. Naah! tulisan ini tidak ada hubungannya dengan Salafi, Wahabi, Syiah atau yang lainnya, tulisan ini hanya sebatas pengetahuan yang saya kira sangat menarik untuk diketahui, saya akan menceritakan mengenai kisah sepanjang zaman bagian 1 yaitu awal penciptaan oleh Muhammad bin Ahmad bin lyas.

Sebelum memulai kisah islam yang menarik ini, saya akan memperkenalkan beberapa ulama yang menempel cerita ini diantaranya adalah Abdullah bin Abbas yang adalah seorang sahabat nabi dan merupakan anak dari Abbas bin Abdul Muthalib Paman dari Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dikenal juga dengan nama lain yaitu Ibnu Abbas. Ibnu Abbas merupakan salah satu sahabat yang berpengetahuan luas dan banyak Hadits Shahih yang diriwayatkan melalui Abbas.

Allah berfirman: "Dia-lah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian dia bersemayam diatas Arsy." (QS Al-Araaf [7]: 54)

Para ulama berbeda paham tentang ukuran hari yang terdapat dalam ayat tersebut, "dalam enam masa atau hari". apakah hari itu termasuk hari menurut waktu dunia atau hari menurut waktu akhirat?. Ibnu Abbas ra, dan beberapa ulama lain yang berpendapat bahwa hari tersebut adalah hari menurut waktu dunia. Sementara Kaab al Ahbar dan Ibnu jarir berpendapat hari-hari tersebut menurut waktu akhirat yang ukuran setiap harinya sama dengan 1000 tahun hari dunia. Pendapat yang paling shahih adalah pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid dan adh-Dhahhak. 

Ibn Abbas r.a mengatakan;
"tatkala Allah berkehendak menciptakan bumi, Dia menyuruh semua angin untuk bergejolak. angin angin itu bergejolak sehingga air pun bergejolak dan timbul gelombang yang satu sama lain saling berbenturan. Angin terus-menerus menerpa air sehingga air tersebut berbuih dan buih-buih itu bergulung sehingga dari gulungan tersebut jadilah Karang Putih. Karang Putih itu kemudian membukit seperti bukit yang besar, air menjadi berkurang dan buih membesar dengan kekuasaan Allah. Sampai besaran yang tak terhingga dan sekiranya dikelilingi dengan air; lalu jadilah bumi seperti bola yang ada di dalam air." 


Wahab bin munabbih mengatakan; 
"Tatkala Allah menciptakan bumi, asalnya adalah satu lapis; kemudian dia memisahkan lapisan tersebut hingga menjadi 7 lapisan, seperti yang Dia lakukan terhadap langit, Dia membuat jarak antara lapisan yang satu dengan lapisan yang lainnya, sejauh jarak yang bisa ditempuh selama 500 tahun". 

Dalam firman Allah: "kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup". (QS Al Anbiyaa [21]:30). 



Wahab bin munabbih juga mengatakan;
"setelah Allah memisah-misahkan lapisan bumi sampai 7, maka nama bumi lapisan yang pertama adalah ADIM (yang terlihat dari permukaan), lapisan kedua adalah BASITH (yang menghampar), lapisan yang ketiga adalah TSAQIL (yang berat), lapisan ke empat adalah BATIH (yang melebar) lapisan kelima adalah HAYIN dan lapisan keenam adalah MASIHKAH (yang mengunci) dan lapisan yang ke tujuh adalah TSARA (tanah yang basah). Dalam sebagian riwayat yang lain, nama lapisan-lapisan tersebut berbeda-beda". 

Ats-Tsalabi mengatakan;
"Bumi lapisan yang kedua mengeluarkan angin dan penduduknya adalah umat yang bernama Thamas yang makanan mereka adalah daging mereka sendiri dan minumannya adalah darah mereka sendiri. Bumi lapisan ketiga penduduknya adalah umat yang wajah mereka seperti wajah manusia bibir mereka seperti bibir anjing, tangan mereka seperti tangan manusia, kaki mereka seperti kaki sapi, telinga mereka seperti telinga sapi, dan di sekujur tubuh mereka ada bulu seperti bulu domba, bulu tersebut adalah pakaian mereka. Konon, siangnya manusia adalah malamnya mereka dan malam mereka adalah siangnya manusia. Bumi lapisan keempat penduduknya adalah umat yang bernama Halham yang tidak mempunyai mata dan kaki, tetapi mereka mempunyai sayap seperti sayap burung. Bumi lapisan ke-lima ditempati oleh umat yang bernama Khasyan. Rupa mereka seperti bagal (atau peranakan keledai atau turunan kuda jantan dengan keledai betina). Mereka berbuntut panjang, setiap buntutnya mencapai 300 siku. Di lapisan bumi ini terdapat banyak ular yang sangat panjang dan mempunyai punuk seperti unta. Bumi lapisan ke-enam ditempati oleh umat yang bernama Hatsum yang berbadan hitam dan mempunyai cakar seperti cakar binatang buas. Umat ini dikuasakan pada Allah pada Yakjuj dan Makjuj ketika mereka menyerbu manusia dan menghancurkan mereka. Dan dibumi lapisan ketujuh adalah tempat tinggal Iblis yang terlaknat dan bala tentaranya yaitu setan yang suka mendorong pada kejahatan." 

Kab al Ahbar mengatakan;
"Allah menciptakan 80.000 human setengahnya disimpan di laut dan setengahnya lagi disimpan di darat. Bentuk mereka bermacam-macam".

Mengenai bentuk bumi datar atau bulat, kita tidak tahu pasti dan sangat menarik bahwa dalam kisah nya ada di ceritakan makhluk yang dipakai oleh Yakjud dan Makjud untuk membunuh umat manusia dan dampaknya semua cerita ini mengacu kepada bumi sebagai pusat alam semesta.

"ALLAH A'LAM BISHAWAAB"
(hijaz.web.id)

Lebih baru Lebih lama