Sejarah Lahirnya Muhammadiyah di Ajatappareng

hijaz.web.id

Hijaz.web.id - Muhammadiyah didirikan di Rappang  pada tahun 1928 bernama disebut Muhammadiyah Ranting Rappang, dan berubah menjadi Cabang tahun 1936, di SK kan lansung Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan nomor suratnya  NO. 580, tanggal 25 Juni 1936.

Sejak itulah suadah banyak Muhammadiyah yang berdiri seperti, di Majene 1928, Pinrang 1929, Enrekang, Pare-Pare 1930. Pedagang-pedagang yang berkumpul melaksanakan pengajian rutin dan mendatangkan Ustaz dari jawa bernama WAJI'I.

Selanjutnya diteruskan oleh Murid-muridnya seperti
H. Ismail Ambo Mariama, Kyai H. Ali Mathar, Kyai H. Ibrahim di Rappang dan mendirikan sekolah Ibtidaiyah Muhammadiyah. Dan dari sinilah menelorkan ulama-ulama yang cukup disegani di Sulawesi Selatan seperti KH. Abd. Muin Yusuf, K.H. Ali Yafiid K.H.Naim Mustara, K.H. Mannan.  

Sebuah sekolah Pendidikan di Makssar mengalami penurunan karena akibat Pendudukan Jepang tahun 1942 sehingga Sekolah Muallimin Muhammadiyah Makassar dipindahkan ke Rappang lalu berubah namanya menjadi SGB Muallimain dan bergabung dengan Sekolah Tsanawiyah di Rappang dengan guru-gurunya K.H. Gazali Thayyib, K.H. Abd. Rauf, Syamsuddin Razak Nasution, Majidi dan beberapa guru lainnya. 

H. Zaini yang membiayai semua pendanaan Pendidikan tersebut akhirnya bersama H. LaTang berangkat ke Mekah selama 2 tahun, sekembalinya singgah di Tailand sempat berccocok tanam disana lalu pulang ke Indonesia bertemu dengan K. H.Ahmad Dahlan, kemudian kembali ke Rappang membawa beberapa tenaga-tenaga pendidik dari jawa dan Sumatera karena sudah ada sekolah Muhammadiyah yang berdiri dan yang menjadi tenaga pengajar H. Mansyur Yamani.




Mansyur Yamani punya Putra bernama H.Wail Mansyur yang mengembangkan Pendidikan Tilawatil Qur'an  memperkenalkan lagu-lagu Mesir yang terkenal Abdul Bazzit dengan lagu Ras. Tilawatil Qur'an terus berkembang dan telah mencetak kader -kader Qari Muhammadiyah , Yang telah ikut di arena MTQ tingkat Nasional dan tingkat Wilayah pada tahun 1980-an, seperti Sulaiman Juraej Juara II Tingkat Nasional golongan Dewasa di Banjarmasin, M. Hijaz Tahir juara Harapan 1 tingkat Propinsi di Benteng Sultan Hasanuddin Makassar golongan Remaja. Kader inilah meneruskan pembinaan Tilawah ke desa-desa, Baranti, Kulo, Simpo, dan berbagai tempat lainnya.

Pada tahun 1931-1934, terjadi kegiatan Muhammadiyah tingkat Nasional diselenggarakan di Makassar, dan Buya Hamka salah seorang utusan dari Sumatera, kemudian dijemput oleh Mansyur Yamami (Syeh Ali Mathar) sehingga Buya Hamkah tinggal di Rappang mengajarkan Muhammadiyah.

Kesimpulan dari riwayat singkat ini bahwa Tahun 1928 sampai tahun 1942 adalah masa pengembangan Muhammadiyah yang paling pesat berbaziz di Rappang  kemudian berkembang ke seluruh Aja,Tappareng sampai ke Polmas, Enrekang ke utara samapi di Tanah Toraja, sehingga di Tator ada gunung dinamakan Gunung KOKAM ( Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) yang dipelopori Pemuda Muhammadiyah.

Catatan :

M. Hijaz Tahir S.HI., MA.

Lebih baru Lebih lama