Hijaz.web.id - Pemuda Muhammadiyah yang bergabung di ISBM (Ikatan Seniman Budayawan Muhammadiyah ) Cabang Rappang melaksanakan Da’wah islamiyah dalam bentuk Drama yang berjudul “Kebenaran Islam”, mengisahkan perjuangan islam dengan penuh penderitaan melawan kaum kafir quraisy ditengah sesembahan berhala.
Drama yang pernah ditampilkan di beberapa kota seperti Gedung kesenian Makassar, Bone, Bulukumba, Palopo dan beberapa daerah lainnya mendapat sambutan hangat oleh masyarakat Sulawesi selatan.
Drama yang pernah ditampilkan di beberapa kota seperti Gedung kesenian Makassar, Bone, Bulukumba, Palopo dan beberapa daerah lainnya mendapat sambutan hangat oleh masyarakat Sulawesi selatan.
Setiap Drama akan dimulai dibuka dengan pembacaan Ayat suci Al-Qur’an yang dilantungkan oleh suara saya (Hijaz Tahir) waktu itu masih usia 12 tahun. Setelah itu, lampu dimatikan lalu muncul suara Waraqah bin Naufal dari kegelapan memanggil-manggil Tuhan Lata dan Uzza. sambil menggendong bayi yang akan dipersembahkan hidup-hidup karena dianggap membawa malapetaka.
Secara lengkap saya tuliskan nama-nama yang memegang peranan sebagai berikut:
Bakri A. Pariwusi sebagai Abu Jahal
Tajuddin Posi. sebagai Waraqah bin NaufalAli berperan sebagai Umar bin Khattab sebelum masuk islam
Muh. Yasin sebagai Kafir Quraisy pertama masuk islam
Setelah mendengarkan Wahyu Ilahi samar-samar dari suara Nabi dikegelapan malam dibacakan oleh Sulaiman Juraej Qari’ Pembina Tilawatil Qur’an Cabang Rappang pernah juara 2 Indonesia timur di Palangkaraya.
Pahmi sebagi Said bin Kharitsa
Sulaiman Juraij sebagai rombongan kafilah pejuang islam
Muhammad Saleh mathar sebagai khadam kaum Quraisy
Khaerati sebagai wanita yang disiksa dengan cambuk di Padang pasir
Sumiati sebagai anak kecil yang akan dikubur hidup-hidup
Sebagai tambahan hiburan sebelum acara inti dimulai sbb:
- ISBM menampilkan lolucon (istilah dulu) yang dimainkan oleh dua orang pimpinan group kesenian Muhammadiyah Cabang Rappang yaitu Abdul Wahab dan Ma’rufi.
- ISBM menampilkan pembaca Puisi dari seorang Seniman besar pemuda Muhammadiyah yang terkenal dari Bone bernama Saleh Mallombasi, pernah melakonkan “Drama tunggal” selama tiga jam dan tidak ada penonton berkedip ditempat menyaksikan Acting disertai dengan suara menggelegar. Konon beritanya, Saleh Mallombasi pernah dididik langsung oleh WS. Rendra pembaca sajak kritikus yang pernah dijoblos masuk penjara dengan puisinya berjudul “Pelacur-Pelacur kota Jakarta”.
(hijaz.web.id)
