Serpihan Sejarah: Gebrakan Pemuda Muhammadiyah Rappang untuk Menyelamatkan Aqidah

hijaz.web.id - Serpihan Sejarah: Gebrakan Pemuda Muhammadiyah Rappang untuk Menyelamatkan Aqidah

Hijaz.web.id - Gerakan  pemuda Muhammadiyah di Rappang dalam  sejarah  masa lalu, sedikit demi sedikit telah  terkikis  oleh pergeseran nilai dari waktu kewaktu, sehingga banyak catatan-catatan penting yang seharusnya dijadikan sebagai pelajaran  oleh generasi pelanjut kini tidak terdengar lagi.

Adanya pergeseran nilai dan perubahan-perubahan social yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, maka pemuda Muhammadiyah perlu segera merapatkan kembali barisan kemudian  melangkah kedepan serta tetap  mengadabtasikan diri dengan situasi dan kondisi yang berkembang.


Beberapa catatan penting yang tidak bisa dilupakan, ketika pemuda Muhammadiyah di Rappang membentuk satuan gerakan dan manufer dakwah memberantas tempat-tempat kramat di Sidenreng Rappang dari tahun ketahun yang dianggap membahayakan aqidah bagi generasi islam.

Pertama, yaitu  penyerangan terhadap agama ‘Tolotang” di Amparita yang dianggap tidak jelas statusnya dalam kehidupan berbangsa dan beragama di Negara Republik Indonesia. Sebenarnya yang banyak memicu terjadinya insiden (penyerangan) karena adanya kegiatan ritual yang dilakukan tidak sesuai dengan agama apapun dinegara kita, yaitu “Perri Nyameng”. Sehingga lahirlah gerakan pemuda ini untuk memberantas kegiatan tersebut diikuti penjagaan ketat dari pihak pertahanan dan keamanan Sidrap dengan menggunakan mobil Tank (Panzer),  sehingga tidak ada tantangan terlalu berat dihadapi oleh Muhammadiyah (ketua PDM Sidrap waktu itu H.Abd. Mannan T). “Perri Nyameng” artinya susah dan nikmat. Pengertian kata “perrii”, yaitu mengikat kaki sebelah lalu saling menyerang pakai lutut yang bisa melumpuhkan lawan, mirip-mirip adu ayam jago. Adapun pengertian dari kata “nyameng”, yaitu menyantap bersama-sama berbagai hidangan makanan sampai sekenyang-kenyangnya yang memang jauh sebelumnya telah disiapkan oleh masyarakat pelaksana adat.

Kedua,  Gerakan yang dilakukan pemuda Muhammadiyah berada dalam  Grup pencinta alam telah berhasil menaklukkan  sebuah Gunung di Tanah Toraja . Gunung tersebut diberi nama Gunung Kokam sekaligus menggubah sebuah lagu mars sesuai judul nama gunung  KOKAM (Komando kesiapsiagaan angkatan muda Muhammadiyah)  yang berderetan dengan gunung “Sesean”. Gunung KOKAM adalah gunung  tertinggi di Tanah Toraja yang sudah akrab dengan Angkatan Muda Muhammadiyah pada saat melakukan sebuah perjalanan piknik yang disebut rekreasi dan ibadah. Namun yang sangat disayangkan bahwa gunung tersebut meskipun masih tegar tetapi sudah kehilangan kenangan dalam sejarah.

Ketiga,  yaitu penebangan sebuah pohon besar di Baranti Wattang pada sebuah  lahan yang akan dijadikan lokasi pasar oleh pemerintah, namun tidak ada satupun orang yang berani memulai karena banyak kejadian lalu lalang disitu  yang kerasukan “Jin” alias kesurupan. memang ditempat tersebut dari dulu selalu dianggap kramat bahkan diantarkan  “sesajen” ala Hindu Bali. bukan hanya masyarakat setempat bahkan lebih banyak yang berdatangan dari luar daerah.  Lalu muncul pemikiran para pemuda Muhammadiyah Rappang untuk membantu pemerintah sekaligus berjihad dengan keyakinan  memberantas kesyirikan.



Keempat,  Membongkar rahasia “Air Bidadari” di Pinanong. Sebuah aliran air disemak-semak yang mengeluarkan bau wangi yang ditemukan oleh seorang ibu penduduk setempat di Pinanong.  Hal tersebut pertama diceritrakan kepada tetangga kemudian meluas ditengah masyarakat bahwa ada sebuah aliran air yang ditemukan menyebarkan bau aroma. Hari demi hari tempat itu semakin ramai dikunjungi orang yang datang dari jauh, karena berkembang cerita tadi bahwa aliran air tersebut adalah air bidadari yang mengalir dari sorga. Mantan ketua majelis tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidrap mengusut berita dari masyarakat tentang  ditemukannya beberapa botol kecil di sumber mata air yang sudah dituang, , ternyata menyebabkan  aroma wangi adalah air botol tadi yang ikut mengalir dari hulu ke hilir. Sejak itu pembongkaran rahasia yang berbau mistik tersebut , sudah terdengar dimasjid-masjid Muhammadiyah karena berkaitan dengan pengrusakan aqidah.

Kelima. Terakhir yaitu tumbuhnya Pohon “Pasrah” di Carawali. Sebuah pohon yang tumbuh disebrang parit jalan poros yang menyerupai manusia berbaring dengan pasrah. Konon cerita rakyat, ditempat itulah satuan  gerilyawan sering melakukan penghadangan terhadap pasukan oprasi tentara Siliwangi dan Brawijaya  sehingga  sering terjadi perang jarak dekat yang menyebabkan banyak orang terbunuh tanpa diketahui identitasnya lalu dikuburkan ditempat itu. Sehubungan dengan pohon tersebut, ternyata ada gejala pelencengan aqidah dalam bentuk persembahan  berhala dengan ditemukannya  nasi tungku yang diletakkan disamping pohon Pasrah, terkadang ditemukan dalam keadaan berserakan sudah disergap anjing.  Namun entah siapa? ... yang jelas, ketika terdengar berita tersebut kepada seorang tokoh pemuda Muhammadiyah yang bermukim disekitarnya mengatakan bahwa:   Ini  kesempatan Jihad untuk menyelamatkan manusia dari perbuatan syirik.  Kemudian tidak lama sesudah itu pohon tersebut telah habis terbakar.

(hijaz.web.id)

Lebih baru Lebih lama